Hidup Hanyalah Menunda Kekalahan

Kata Alkitab / 14 April 2016

Kalangan Sendiri
Hidup Hanyalah Menunda Kekalahan
Sumber: www.digaleri.com
Mega Permata Official Writer
15077

"Hidup hanyalah menunda kekalahan”. Itulah sepenggal bait pusisi Chairil Anwar dalam “Derai-derai Cemara”. Setiap orang yang pernah mengenyam pendidikan pasti tak asing lagi dengan nama besar sastra tersebut.

Dalam buku mata pelajaran Bahasa Indonesia, puisi karya Chairil Anwar selalu menjadi bahan kajian. Namun, sering bukan puisi yang berjudul “Derai-derai Cemara,” melainkan yang berjudul “Aku”. Puisi berjudul “Aku” bertema semangat perjuangan. Hal itu berbeda dengan “Derai-derai Cemara”, yang menceritakan kandasnya kisah cinta Chairil karena ditinggal sang kekasih yang berlabuh ke lain hati.

Tentu bukan tanpa maksud Chairil menulis “Hidup Hanyalah Menunda Kekalahan”. Ia tampaknya menegaskan bahwa sekuat apa pun, sekaya apa pun, sepandai apa pun, dan sereligius apa pun manusia, ia tidak akan pernah mampu melawan maut.

Mati merupakan hal lumrah yang pasti dialami setiap makhluk. Namun, permasalahannya bukan pada kematian itu sendiri, tetapi terletak pada setelah kematian. Apakah kematian itu akan mengantarkan kita apada tempat indah yaitu surga atau sebaliknya?

Bisa jadi kita lebih sering mempersiapkan diri kita dengan asuransi, rumah, mobil, pendidikan dan masih banyak lagi, yang berkaitan dengan keduniawian, dan melupakan kerohanian dan pelayanan kita. Kita lebih sering mengingat nama relasi bisnis dibanding menyebut nama Tuhan, lebih sering membaca koran ketimbang baca renungan, lebih sering meminta dari pada memberi, dan lebih sering mengunjungi tempat hiburan dibanding tempat ibadah. Padahal, mengingat Tuhan dan mendekatkan diri kepada-Nya merupakan bekal utama setelah kehidupan di dunia ini.

Sumber : satuharapan.com/Jawaban.com
Kalangan Sendiri
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?